Giroud Tetap Bahagia Di Arsenal Walau Tak Pernah Juara Premier League Lagi

Olivier Giroud Arsenal, Olivier Giroud, Arsenal, Premier League, Arsene Wenger
Olivier Giroud Arsenal

Selaku striker yang pernah diandalkan dari Arsenal yaitu Olivier Giroud, sempat mengatakan bahwa belum lama ini dirinya telah berterus terang kepada sang pelatih bahwa dirinya merasa tak nyaman sering menjadi penghias di bangku cadangan. Padahal sebelum ada Alexis Sanchesz, Ia sering merumput sebagai starter Arsenal dan sering memenagkan laga.

Namun kini, Arsene Wenger sebagai pelatih hanya menurunkannya dari menit awal sebanyak tujuh kali dimusim ini dan lebih sering dimasukkan setelah menggantikan rekannya yang bermain lebih dulu. Ia seperti tak dipercaya lagi oleh pelatih asal Prancis itu.

Saat berhasil menjebol gawang Manchester United dan menyelamatkan poin dari kekalahan dimenit terakhir pada pertandingan putaran ke 12, Ia mengharapkan dirinya menjadi starter menghadapi Paris Saint Germain di Champion League namun ternyata tidak.

Ia mengatakan kepada L’Equipe, “Bagi saya, hal tersulit adalah momen setelah mencetak gol penting ke gawang Manchester United, saya berpikir saya sudah mencetak poin penting dan akan turun sebagai starter melawan PSG, namun tidak,”.

Dan akhirnya ia mengatakannya secara jujur pada sang pelatih dan akhirnya dikabulkan. Ia mengatakan, “Jadi, saya berbicara dengan pelatih untuk coba memahami. Saya menerima keputusannya, namun saya memberitahukan apa yang saya pikirkan, tanpa bersikap negatif. Tidak ada kesalahpahaman di antar kami. Wenger pun Pelatih menjelaskan ke saya bahwa ia menggunakan sistem 4-2-3-1 untuk menemukan keseimbangan. Kadang, saya bermain dengan Sanchez di kiri, namun sisanya saya harus beradaptasi dengan taktik yang ada.”.

Walaupun demikian, striker asal Prancis tersebut, masih sanggup menyumbangkan delapan gol untuk timnya, dan masih menjadi bagian penting dari The Gunners. Ia pun sempat menunjukkan kebolehannya saat beraksi di timnas Prancis saat menghadapi Luksemburg hari Minggu kemarin sehingga menghasilkan kemenangan dengan skor 3-1.

IIa pun juga sempat menyinggung bahwa saat ini dirinya masih merasa bahagia bersama Arsena dan mengatakan bahwa menjadi juara Premier League bukanlah  faktor yang menentukan karirnya Emirates. Ia mengatakan,  “Memenangkan titel juara memang jadi target kami, namun itu bukan faktor yang menentukan di karir saya, yang jelas saya bahagia di Arsenal.”

Wenger Akan Ditinggal Pergi Oleh Pada Pemain Utamanya

Alexis Sanchez, Mesut Ozil, Alex Oxlade-Chamberlain, Arsene Wenger, Arsenal, premier League
Wenger akan ditinggal Pergi pemainnya

Salah satu klub raksasa yang bermain di liga Inggris yaitu Arsenal sepertinya akan kehilangan beberapa pemain andalannya, Pasalnya sudah ada beberapa pemain yang ingin tak meneruskan lagi masa baktinya di Emirates walau sudah ditawari proposal barunya. Yang jelas tiga pemain utamanya akan hengkang seperti Alexis Sanchez, Mesut Ozil dan Alex Oxlade-Chamberlain

Ozil bersama Sanchez memang sempat meminta kenaikan gaji yang cukup besar namun manajemen menolaknya dengan halus dengan cara menundanya hingga kini. Padahal kontrak pemain gelandang serang dari Arsenal, tersebut akan segera habis setelah kompetisi musim depan berakhir.

Sempat terbesit kekhawatiran dari berbagai pihak bahwa sang pemain andalan mereka hengkang dalam waktu dekat karena kontrak tersebut dan saat ini memang pemain asal Jerman tersebut semakin tak jelas keberadaannya untuk membela Arsenal dimasa depan.

Bahkan kabar terbarunya terlah beredar bahwa sang pemain berusia 28 tahun tersebut sudah disodori kontrak terbaru dengan gaji sebesar 280.000 pounds per minggu seandainya masih bersama Arsenal beberapa tahun kedepan seperti yang dituliskan media Mirror. Padahal saat ini Ia hanya dibayar dengan 140.000 pounds per minggu.

Gaji sebesar itu merupakan catatan bayaran tertinggi dari pemain manapun yang pernah membela Arsenal sepanjang sejarah klub. perminggunya.  Selain itu dengan harga yang fantastis pada dasarnya Arsenal mampu mendatangkan pemain lain yang tak kalah apik darinya.

Meskipun demikian, terdapat beberapa nama klub papan atas Eropa yang menginginkan jasa Ozil seperti Chelsea, Manchester United, Juventus dan juga PSG.

Sanchez pun diprediksi akan hengkang dari London Utara setelah mereka ditaklukan dengan skor yang sama menghadapi Bayern Munchen di Liga Champions yaitu 5-1. Padahal Sanchez dikabarkan juga telah mendapat penawaran kontrak terbaru dengan nilai lebih besar yaitu 200.000 pounds per minggu, akan tetapi hal tersebut tak menyurutkan keinginannya untuk pindah.

Sementara Chamberlain juga sepertinya akan meramaikan perpindahan besar besaran Arsenal tidak kalah meragukan. Kontraknya yang akan selesai bersamaan dengan Sanchez dan Ozil juga sepertinya tak diperpanjang mengingat kekhawatiran timnya tak akan sebagus seperti ini.

Padahal Chamberlain belakangan mendapat kesempatan dari pelatih Arsenal dipertandingan penting seperti saat Arsenal menghadapi Bayern Munchen di Liga Champions dan juga saat menghadapi Liverpool.

Namun yang jelas Chamberlain akan perti walaupun apapu yang terjadi dengan nasib pelatihnya yaitu bertahan atau tidak.

Carragher dan Mertesacker Ungkap Kondisi Arsenal Pasca Hadapi Liverpool

Jamie Carragher Liverpool, Jamie Carragher, Liverpool, Premier league, Arsenal, arsene wenger, alexis sanchez
Jamie Carragher

Menurut salah satu mantan pemain dari Liverpool yaitu Jamie Carragher, Arsene Wenger selaku pelatih Arsenal sepertinya berbohong kepada media setelah ia mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki masalah dengan striker utamanya yaitu Alexis Sanchez. Namun Ia memahami bahwa hal tersebut semata mata untuk melindungi pemainnya.

Carragher menjelaskan kepada Sky Sports, “Saya tidak meyakini apa yang diucap oleh Wenger! Namun saya memahami mengapa sang manajer mengatakan hal tersebut karena untuk melindungi pemain dan melindungi klub. Anda tidak ingin ada terlalu banyak hal yang bocor di luar sana,”.

Dalam pertandingan terakhirnya menghadapi Liverpool, Sanchez tidak diturunkan sebagai striker dari menit pertama, melainkan pada babak kedua. Dan hal tersebut menurutnya adalah janggal.

Ia mengatakan, “Saya kira itu aneh. Karena jika anda memutuskan untuk mendisplinkan pemain, anda harusnya tidak memasukkan dia dalam skuat sekalipun. Dan seandainya Ia memiliki masalah dengan seorang pemain, anda harusnya mencoretnya secara total. Namun Sanchez hanya kehilangan 45 menit,”.

Carragher menambahkan “Fakta bahwa dia duduk di bangku cadangan justru semakin menguatkan kabar yang ada. Manajer harus jadi sosok utama di klub, namun itu sama sekali tidak terjadi dalam kasus ini.”.

Hal yang senada secara tersirat juga diungkapkan oleh pemain bertahan mereka yaitu Per Mertesacker. Ia mengakui bahwa ada suasana yang menegangkan dan tak harmonis setelah Arsenal menampilkan hasil yang tak mengkhawatirkan akhir-akhir ini. Tercatat  timnya telah mengalami kekalahan ketiga dalam empat pertandingan di Premier League terakhirnya. Apalagi saat menghadapi Liverpool, mereka taklkuk dengan skor 1-3 di Anfield Stadium belum lama ini.

Strategi sang pelatih untuk tidak memainkan Sanchez pun menurutnya membuat banyak pihak memberikan tekanan kepada Wenger dan terlebih manajemen Arsenal .

Akan tetapi Wenger menjelaskan bahwa dirinya hanya memasukkan sang pemain dibabak kedua karena strategi permainannya semata dan tidak ada sangkut pautnya dengan kabar tidak harmonisnya dengan pemainnya.

Hanya saja, Mertesacker mengatakan hal yang berbeda. Ia mengatakan kepada media Express, “Kondisi pasukan memang sedikit lebih intens, namun ini wajar ketika anda mengalami momen seperti ini. Kami membutuhkan dukungan dari fans. Kami sudah membuat kesalahan di laga sebelumnya. Spirit kami sedikit intens, namun itu wajar.”

Kini Arsenal sedang mempersiapkan dirinya untuk menghadapai ajang kompetisi Liga Champions dikandangnya, Emirates Stadium. Pertandingan yang diselenggarakan pada tanggal 8 Maret  besok mereka akan kembali lagi menghadapi Bayern Munchen di leg kedua yang sebelumnya mengalahkan mereka dengan selisih empat gol.

Nasri Ungkapkan Pendapatnya Terhadap Mantan Pelatih

Arsene Wenger-Samir Nasri Arsenal, Arsene Wenger-Samir Nasri, Arsenal, Arsene Wenger, Samir Nasri Arsenal, Arsene Wenger Arsenal, Samir Nasri, premier league
Arsene Wenger-Samir Nasri Arsenal

Pelatih Arsenal yaitu Arsene Wenger, saat ini masih hangat  diperbincangkan. Pasalnya walaupun saat ini tim yang dilatihnya berada diperingkat ke 4 klasemen sementara di Premier League banya yang meragukan Ia akan mampu membawa Arsenal meraih gelar juara domestik. Dan memang tercatat terakhir Arsenal menggendong piala tersebut pada pada musim 2003-2004.

Selama lebih dari 10 musim bergentayangan di Premier League tanpa menjadi juara tentu membuat banyak pihak mempertanyakan ketajaman sang pelatih. Semenjak Ia melatih Arsenal tanggal 1 Okteober 1996 yang berarti sudah 20 tahun lalu, Ia hanya mampu menghantarkan timnya menjadi juara Liga domestik tersebut sebanyak tiga kali saja yaitu musim 1997–98, 2001–02, 2003–04.

Namun mengingat lamanya ia bertahta menjadi pelatih Arsenal, menurut Samir Nasri yang merupakan mantan pemain Arsenal 2008-2011, seharusnya Wenger mendapatkan apresiasi lebih. Banyak pemain yang terangkat derajatnya ke level yang lebih baik oleh tangan dinginnya dan mampu membuat klub lain memiliki pemainnya yang diasuhnya.

Nasri pun adalah salah satu contoh yang pernah dibimbing oleh Wenger dan membuat performanya cemerlang di Arsenal walaupun akhirnya Ia hengkang ke klub rivalnya yaitu Manchester City. Langkahnya pun mampu membawa timnya memenangkan dua trofi Premier League dan satu Piala Liga.

Sang pemain pun akhirnya melihat mantan pelatihnya mendapat banyak kritikan belakangan ini terutama setelah kekalahan Arsenal menghadapi Bayern Munchendi Liga Champions, cukup telak dengan skor 5-1. Kemudian banyak para pendukung Arsenal yang menginginkannya turun dari jabatannya dengan slogan “Wenger Out”.

Akan tetapi bagi pemain yang saat ini dipinjamkan ke Sevilla itu, menungkapkan pendapatnya terhadap mantan pelatihnya tersebut bahwa sebenarnya ada banyak pemain yang kini berutang budi pada sang pelatih atas perjalanan karir mereka di Sepak bola.

Ia mengungkapkan kepada Goal International “Sulit untuk mengatakan yang buruk tentang dia, karena saya banyak berutang padanya. Saya datang ke Premier League karena dia, saya menjalani karir yang bagus karena dia memberikan saya rasa percaya diri dan dia menjadikan saya pemain yang lebih baik.”

Nasri pun menambahkan, “Saya kira semua pemain yang pernah ia tangani, ketika mereka pergi mereka menjadi pemain yang lebih baik, jadi saya kira semua yang terjadi di klub sekarang bukan salahnya.”.

Pemain Belakang Arsenal, Salahkan Rekannya Tentang Kekalahan Manghadapi Munchen

Bayern munchen  vs Arsenal champions league, Bayern munchen  vs Arsenal, champions league, Bayern munchen , Arsenal, Laurent Koscielny, arsene wenger
Bayern munchen vs Arsenal, champions league

Laurent Koscielny yang merupakan pemain di lini belakang dari Arsenal belum lama ini mengatakan bahwa pada dasarnya rekan rekannya harus membenahi mental mereka dengan segera jika ingin klubnya menuju posisi yang lebih baik di Premier League walaupun saat ini mereka berada diperingkat keempat dari klasemen sementara.

Hal ini Ia ungkapkan karena pelatihnya saat ini yaitu Arsene Wenger selalu dikambing hitamkan terutama saat mereka dipermalukan oleh Bayern Munich dalam ajang kompetisi Liga Champions beberapa waktu yang lalu. Dalam laga tersebut mereka tak tanggung tanggung kebobolan sebanyak lima kali walau sempat memberikan perlawanan dengan sebuah gol.

Dan kemudian muncullah kabar untuk menggeser posisi kepelatihan dari Emirates Stadium setelah musim kompetisi kali ini berakhir, terutama jika mereka Wenger tak mampu memperbaiki kinerja dari anak asuhnya yang membuahkan hasil kegagalan di Liga Champions dan posisi yang semakin menurun di Premier League.

Namun Koscielny membela pelatihnya dan mengatakan bahwa yang layak disalahkan justru para pemain Arsenal. Dan karena itulah Ia meminta rekannya untuk menata ulang sikap mereka dan membiasakan tantangan yang sulit di kompetisi domestik dan Eropa.

Seperti yang diungkapkan oleh media RMC, pemain berusia 31 tahun tersebut mengatakan, “Hal Itu adalah masalah mental. Kami memiliki kualitas fisik dan teknik. Kami harus berusaha keras di sepanjang pertandingan. Melawan tim besar seperti Bayern Munchen, butuh lebih dari sekedar talenta. Hal itu membutuhkan komitmen, membantu rekan yang lain untuk bertahan. Kami harus menemukan sumber daya lainnya. Di beberapa pertandingan, kami kurang ngotot ketika berduel.”

Ia juga mengungkapkan solusi yang akan memperbaiki performa timnya, “Kami ada di situasi yang sulit, kami harus terus solid. Kami harus menumbuhkan rasa benci akan kekalahan.”.

Arsenal sebenarnya masih ada kesempatan untuk menebus kesalahan mereka di Liga Champions tersebut karena kekalahan mereka menghadapi Munchen merupakan pertandingan leg pertama. Dan jika pada leg selanjutnya mereka mampu membalikkan keadaan, tentunya tak akan jadi masalah. Hanya saja jika mereka ingin lolos kebabak selanjutnya, mereka harus menjebol gawang Munchen sebanyak lima kali dengan tanpa kebobolan.

Mantan Pelatih Inggris Ungkapkan Pendapatnya Tentang Conte Dan Wenger

Fabio Capello dan Arsene Wenger, Fabio Capello, Arsene Wenger, antonio conte, chelsea, arsenal
Fabio Capello dan Arsene Wenger

Fabio Capello adalah mantan pemain liga Italia yang sudah berkecimpung sebagai pelatih diberbagai liga Eropa mulai dari Liga Italia, Liga Spanyol, Liga Rusia dan termasuk salah satunya adalah sempat melatih tim nasional Inggris dari tahun 2008-2012.

Namun belum lama ini ia mengutarakan pendapatnya tentang klub yang saat ini berada di puncak papan klasemen yaitu Chelsea. Menurutnya tim tersebut sudah menemukan kembali semangat mereka di bawah asuhan rekan senegaranya yaitu Antonio Conte.

Ia telah memantau perkembangan klub tersebut di Premier League. Pada musim lalu, Chelsea hanya mampu mengakhiri kompetisi tersebut dengan peringkat ke 10 klasemen walaupun musim  sebelumnya lagi mereka mampu memenangkan liga Inggris tersebut. Namun menurutnya pada musim ini mereka mampu menjadi jawara kembali mengingat kinerja Conte yang telah membuat Chelsea unggul delapan poin dengan runner up pekan ini yang diisi oleh Manchester City. Ia berpendapat posisi mereka saat ini sepertinya akan sulit untuk digeser hingga akhir musim ini.

Capello mengatakan kepada Daily Star,”Sekarang anda bisa melihat spirit tim yang sebenarnya. Mereka punya mental juara. Tahun lalu mereka finish di papan tengah dan ini seperti tim yang berbeda. Masih ada banyak pertandingan untuk dimainkan, tim besar untuk dihadapi dan itu akan sulit meski dengan delapan poin, namun saya kira Conte akan bisa memenangkan gelar juara bersama Chelsea.”.

Saat ditanya tentang kemungkinannya untuk melatih di Arsenal untuk dapat menggantikan Arsene Wenger di Arsenal, Ia sempat memberikan penolakan halus mengingat kondisinya saat ini tak memungkinkannya untuk dapat membawa Arsenal ke posisi yang lebih baik. Ia pun menyadari usianya saat ini yang tak lagi muda membuatnya tak terpilih sebagai daftar calon pelatih yang akan mampu meggantikannya.

Memang tercatat beberapa nama pelatih besar yang sudah dimasukkan daftar belanja Arsenal untuk membeli pelatih, senadainya pelatih mereka hengkang atau pergi dari klubnya. Terdapat nama nama diantaranya seperti Massimiliano Allegri yang saat ini melatih Juventus, Thomas Tuchel yang saat ini melatih Borussia Dortmund, Leonardo Jardim yang melatih AS Monaco and Roger Schmidt  yang melatih Bayer Leverkusen.

Capello mengatakan kepada Daily Starm “Saya sudah terlalu tua sekarang.”, dan hal tersebut menutup kemungkinan Ia dapat melatih di Arsenal.

Wenger Tetap Peduli Walau Ia Harus Pergi

Wenger Out, Arsene Wenger, Arsenal, Premier League, Liga Inggris, Champions League
Arsene Wenger

Pelatih Arsenal yaitu Arsene Wenger belakangan mengungkapkan perasaannya bahwa ia masih dengan nasib klubnya yang telah Ia bimbing selama dua dekade terakhirnya. Bahkan ia pun mengatakan jika memang harus lengser dari posisinya saat ini, ia ingin timnya ditangani oleh pelatih lain yang lebih berkapasitas lebih dari dirinya sehingga bisa mendongkrak prestasi klubnya.

Memang hingga saat ini,  banyak pihak yang masih ingin tahu tentang masa depan pelatih yang sudah memasuki usia 67 tahun itu dkarenakan kini ia mendapat tekanan yang luar biasa dari suporter Arsenal yang meninginkannya mundur dari jabatannya bahkan dengan spanduk besar yang dalam pertandingan dengan tulisan Wenger Out. Namun sang pelatih sepertinya tak ingin mundur dari jabatannya

Permasalahannya adalah hingga kini sang pelatih yang telah membawa Arsenal dengan segudang prestasi, tak ada kejelasannya dari manajemen mengenai perpanjangan kontraknya yang akan berakhir pada akhir musim ini.

Sang pelatih pun mengatakan bahwa ia akan mengumumkan masa depannya satu atau dua bulan lagi menjelang kompetisi musim ini berakhir. Ia juga sempat mengatakan bahwa jika ia harus hengkang dari Arsenal, ia akan memastikan klub tersebut nantinya berada di tangan yang tepat.

Ia mengatakan kepada Soccerway,  “Saya telah berbicara dengan dewan klub tapi saya tidak ingin berbicara tentang bagaimana mereka melihat masa depan saya. Masa depan saya tidak penting, tim dan Arsenal yang penting.  Memang Selalu ada perdebatan apakah saya harus angkat kaki setelah adanya kekecewaan. Penting bagi manajemen untuk membuat keputusan yang tepat untuk masa depan Arsenal,”

Ia pun menambahkan, “Saya tidak bekerja di sini selama 20 tahun untuk tidak peduli. Saya punya banyak kesempatan untuk pergi ke tempat lain tapi saya peduli pada klub ini dan masa depannya. Penting (bagi Arsenal masa depannya) berada di tangan yang aman,”.

Saat ini memang Arsenal masih berada di peringkat keempat dari puncak klasemen pekan ini. Namun di pertandingan terakhirnya, The Gunners harus takluk terhadap saat berkunjung ke markas Bayern Munchen kemarin dalam ajang kompetisi Liga Champions dengan skor 5-1. Dan inilah yang membuat manajemen bertambah kecewa.

Wenger Pastikan Pasukannya Siap Meladeni Munchen

Bayern Munich Vs Arsenal Champions League, Bayern Munich Vs Arsenal, Champions League, Bayern Munich, Arsenal, Liga Champions, Arsene wenger, merus ozil
Bayern Munich Vs Arsenal Champions League

Arsene Wenger selaku pelatih dari Arsenal meyakini bahwa pasukannya kini telah siap untuk meladeni Bayern Munchen saat mereka akan mengunjungi markas mereka di Allianz Arena pada minggu ini. Pertandingan yang dimaksud adalah kelanjutan dari ajang kompetisi Champions League yang baru memasuki perdelapan final di leg pertama yang diselenggarakan pada tanggal 16 Februari besok.

Sebelumnya Arsenal dan Munchen sudah pernah bertemu sebelumnya untuk bertanding adu kekuatan namun dalam 10 pertandingan terakhir mereka di Champion League, tercatat Arsenal hanya mampu memenangkan tiga pertandingan ditambah dua kali imbang. Lima kali kekalahnnya diantaranya dialami di pertandingan terakhir mereka dengan skor cukup telak 5-1.

Pelatih Arsenal pun kemudian mengungkapkan bahwa timnya kini telah dipersiapkan lebih matang dan sepertinya mereka akan membuat gebrakan kali ini dalam menghadapi klub nomor satu di Liga Jerman.

Ia mengatakan di situs resmi Arsenal, “Ya, kami memang punya pengalaman buruk ketika menghadapi mereka. Namun saya merasa bahwa ini adalah kesempatan yang bagus. Kami pernah menang di sana sebelumnya dan kami akan memainkan laga pertama di kandang lawan, jadi amat penting untuk melindungi laga kedua, karena saya merasa mereka punya kans untuk bermain bagus di leg kedua. Jadi kami akan pergi ke sana bukan untuk bersembunyi, namun untuk bertahan dengan baik sebagai tim.”.

Namun sepertinya Ia tak bisa membawa semua timnya menuju Jerman. Pasalnya Sati Cazorla dan Aaron Ramsey sedang mengalami cedera. Demikian juga Mathieu Debuchy dan Lucas Perez dengan alasan yang sama.

Selain itu sang pelatih sepertinya sedang mempertimbangkan untuk memainkan playmaker andalan mereka yaitu Mesut Ozil dalam pertandingan Liga Champions melawan Munchen. Pasalnya sudah tiga pertandingan terakhirnya sang pemain sepertinya sulit untuk menampilkan performa terbaiknya lagi untuk timnya. Tercatat dalam laga tersebut Ia tak mencetak sebuah gol ataupun membuat assist.

Ia pun mengatakan, “Saya merasa dia tidak percaya diri. Itu adalah masalah, karena anda berpikir dia bisa memberikan sesuatu yang istimewa. Dia melakukan sesuatu yang tidak bisa ia lakukan. Dia harus menemukan lagi kepercayaan dirinya.”.

Henry Ingin Melatih Arsenal Tapi Tidak Sekarang

Arsene Wenger Thierry Henry Arsenal, Arsene Wenger, Thierry Henry Arsenal, Arsene Wenger Arsenal, Thierry Henry, Arsene Wenger Thierry , premier league, liga inggris
Arsene Wenger – Thierry Henry

Mantan pemain Arsenal yang saat ini menjadi asisten timnas Belgia yaitu Thierry Henry,  baru baru ini mengungkapkan keinginannya untuk dapat melatih Arsenal,  namun Ia menyadari bahwa dirinya masih belum memenuhi syarat.

Pencetak gol terbanya sepanjang masa di Arsenal, awalnya diminta untuk menangani Arsenal U-18 pada musim ini, namun ia menolaknya dikarenakan sang manajer berusia 67 tahun itu memberikan syarat sebagai untuk meninggalkan pekerjaan sebagai analis di sebuah acara televisi.

Kemudian Henry pun akhirnya diajak bergabung oleh Roberto Martinez sebagai salah satu staff kepelatihannya di timnas Belgia. Ia menyetujuinya dengan harapan dapat menimba ilmu mengingat saat ini ia masih bercita-cita untuk menjadi menjadi pelatih Arsenal.

Ia mengatakan kepada RMC,  “Saya terus mempertahankan impian saya. Kali pertama saya mencetak gol, saya berpikir ‘Oh, saya mencetak gol!’ Saya menjalani impian saya. Saya tidak akan mengatakan tidak (terkait tawaran menangani Arsenal-red). Jika mengatakan tidak, saya akan berbohong. Saya harus menghormati mereka yang ada di sana. Namun Saya belum berbuat apapun (sebagai pelatih-red),”.

Ia menambahkan, “Apa yang saya rasakan untuk Arsenal memang benar dan saya sudah lama merasakan itu. Saya tidak akan mengatakan bahwa itu baik atau buruk untuk saya. Saya memikirkannya, namun masih jauh dari itu. Biarkan saya belajar dan kita lihat nanti.”.

Namun Henry tak setuju dengan permintaan pelatih Arsenal untuk mundur setelah musim ini berakhir. Ia masih ingin Wenger yang menjadi pelatih Arsenal selama beberapa tahun mendatang.

Ia menyadari saat ini posisi pelatih itu tidak cukup menguntungkan apalagi masa baktinya akan habis pada bulan Juni mendatang dan hingga kini masih belum ada rencana negosiasi kontrak baru.

Ia mengatakan kepada RMC lagi, “Secara pribadi, saya tidak berpikir bahwa Wenger harus pergi dari Arsenal,”.

Namun kenyataannya bahwa pelatih berkebangsaan Prancis itu sudah tak lagi sesuai untuk perburuan gelar juara terutama Premier League. Terakhir kali Ia mendapatkan gelar juara pada tahun 2004 lalu. Dan di musim ini, peluang Arsenal untuk menjadi juara liga juga terbilang cukup berat. Hal ini dikarenakan The Gunners saat ini masih bertengger di posisi 4 klasemen sementara dan memiliki selisih 12 poin dari pemuncak klasemen yang diisi oleh Chelsea.

Henry pun sempat memberi saran kepada mantan pelatihnya itu untuk dapat melakukan perubahan sistemnya. Bukan perubahan taktik bermain saja namun ia ingin pelatihnya juga harus merubah mentalitas bertanding pasukannya. Ia mengatakan, “Apakah ia harus mengubah taktik atau suatu cara? Saya tidak tahu apakah dia akan melakukannya. Tapi apa yang harus ia kerjakan pada saat ini sangat sulit karena menyangkut masalah mental. Apa yang saya lihat, saat melawan Chelsea kemarin adalah masalah mental. Tidak mudah untuk mengatasi masalah seperti ini. Untuk saat ini, saya melihat ada sesuatu yang hilang dari Arsenal,”.