Neymar Ingin Persembahkan Gelar Treble Kepada Enrique Untuk Terakhir Kalinya

Neymar luis enrique barcelona , Neymar, luis enrique barcelona,Neymar luis enrique, barcelona , Neymar barcelona, luis enrique, La Liga
Neymar – Luis Enrique Barcelona

Pemain dilini serang Barcelona yaitu Neymar, sepertinya ingin melepaskan kepergian pelatihnya saat ini dengan hasil yang memuaskan pada musim kompetisi kali ini. Ia ingin membawa timnya mendapatkan gelar treble winners yang berarti Ia ingin klubnya mendapatkan gelar juara di tiga kompetisi dalam satu musim.

Pelatihnya saat ini yaitu Luis Enrique sebenarnya tak memiliki masalah yang serius sehingga membuat Barcelona menjauh dari peluang untuk meraih gelar Juara, bahkan tercatat selama masa baktinya ia telah mampu mempersembahkan beberapa piala hingga musim ini. Namun masih ada tiga kompetisi yang harus ia tangani sebelum ia benar benar angkat koper dari Camp Nou.

Saat ini Barcelona masih menjalani tiga kompetisi liga domestik dan Liga Internasional, antara lain La Liga, Copa del Rey, dan Champions League.

Dalam perjalanannya di La Liga, mereka telah berada di peringkat kedua selisih dua poin dengan Real Madrid puncak klasemen, dan dengan pertandingan yang masih tersisa, perluang mereka menyalip Madrid masih cukup besar. Namun sayangnya Madrid masih memiliki satu laga yang belum sempat dimainkan.

Di kompetisi lainnya, di Liga Chammpions, mereka juga telah lolos dengan aksi comeback menghadapi Paris Saint Germain dan akan menghadapi jawara Italia yaitu Juventus di babak perempat final.

Dan saat menjalani kompetisi Copa del Rey, mereka telah berada di babak final untuk menghadapi Deportivo Alaves pada tanggal 28 Mei 2017 mendatang.

Memang bagi Neymar, meraih gelar Treble bersama Barcelona bukanlah pertama kalinya. Ia pernah merasakan hal tersebut saat Enrique melatih Barcelona untuk pertama kalinya.

Ia sempat menjelaskan kepada ESPN tentang pendapatnya mengenai peluang mendapatkan gelar tersebut dimusim ini. Ia mengatakan, “Saya kira kami bisa memenangkan treble, jika kami terus konsentrasi dan bahagia,”.

Pemain asal Brasil tersebut juga mengatakan bahwa gelar tersebut tentunya akan menjadi akhir yang sempurna untuk sang pelatih terutama setelah Enrique berterus terang kepada publik tentang rencananya menutaskan kontraknya bersama Barcelona setelah musim kali ini berakhir. Neymar pun mengatakan, “Dia sudah membantu kami di sepanjang musim. Dia membuat kami berkembang dan memenangkan banyak titel juara.”.

Sergi Roberto Setuju Jika Pelatihnya Musim Depan Adalah Unzue

Juan Carlos Unzue Sergi Roberto barcelona, Juan Carlos Unzue Sergi Roberto, barcelona, Juan Carlos Unzue, Sergi Roberto barcelona, Juan Carlos Unzue barcelona, Sergi Roberto, La Liga
Juan Carlos Unzue – Sergi Roberto barcelona

Sergi Roberto selaku pemain bertahan dari Barcelona yang terkadang menjadi pemain gelandang, sempat mengatakan pendapatnya tentang penerus dari pelatihnya yang saat ini akan pergi meninggalkan Barcelona musim depan. Menurut Roberto, Ia tertarik untuk lebih memilih Juan Carlos Unzue sebagai pelatih baru timnya setelah musim ini berakhir.

Seperti yang diketahui bahwa klub raksasa Spanyol yang menjuarai Liga domestik musim lalu, sedang mencari pelatih baru untuk mengasuh Lionel Messi dkk. Pelatih saat ini yaitu Luis Enrique, telah mengungkapkan dirinya untuk tidak memperpanjang kerjasama dengan klub yang akan habis bulan ini. Padahal belum ada tanda tanda sang pelatih sedang dibidik oleh klub lainnya.

Ada beberapa kandidat yang digaungkan oleh Media dan bekangan nama Unzue sering terdengar oleh publik. Saat ini ia bekerja menjadi asisten pelatih Enrique dari 2014. Sebelumnya Ia juga selama semusim pernah menjadi asistent pelatih juga di Celta dibawah Enrique. Ia pun sempat menjadi penjaga gawang di Barcelona walau pada dasarnya jarang dimainkan.

Belum lama ini Roberto akhirnya mengungkapkan perndapatnya di TV3, “Seandainya Ia memang melatih kami, itu akan menjadi cara yang bagus untuk melanjutkan filosofi yang ada di Barcelona. Kami hanya perlu konsentrasi pada strategi yang selama ini sudah kami gunakan, saya kira dia akan menjadi pelatih yang hebat untuk kami.”

Roberto yang menjadi penentu kemenangan Barcelona dalam Liga Champions saat menghadapi Paris Saint Geramain, menambahkan, “Memang benar bahwa titel Liga Champions membuat semua orang antusias. Namun kami tidak memberikan prioritas khusus, walau memang ada semacam antusiasme ekstra usai kami berhasil mencatat comeback,”.

Dalam pertandingan terdekatnya Barcelona akan menghadapi Granada di La Liga pada tanggal 3 April mendatang, sedangkan dalam kompetisi Liga Champions, jawara Liga Spanyol musim lalu akan berhadapan dengan jawara liga Italia musim lalu. Dipertemuan terakhirnya dengan Juventus di musim lalu, mereka mampu menaklukannya dengan skor 1-3.

Ia pun mengatakan, “Mereka adalah tim Italia dan mereka selalu bagus soal menyerang, mereka memiliki pemain level tinggi, jadi kami tahu laga nanti akan sulit.”.

Barcelona Siapkan Diri Untuk Tinggalkan Suarez dan Messi

Luis Suarez Lionel Messi Barcelona, Luis Suarez Lionel Messi, Barcelona, Luis Suarez Barcelona, Lionel Messi, Luis Suarez, Lionel Messi Barcelona,
Luis Suarez – Lionel Messi

Salah satu klub sepak bola raksasa di Spanyol yaitu Barcelona, kini telah mempersiapkan diri untuk kehilangan dua striker andalannya yaitu Luis Suarez dan Lionel Messi. Mereka akan mencoba mencari pengganti dua bintang  sepak bola baru dengan bintang lainnya yaitu Antoine Griezmann atau Paulo Dybala.

Hal ini dikarenakan usia kedua pemain tersebut saat ini sudah beranjak dari masa keemasan mereka. Messi yang telah membela Barcelona dari masih muda, kini telah berusia 29 tahun. Dilain pihak Suarez pun yang baru bergabung tiga tahun lalu kini sudah mencapai kepala tiga di bulan Januari kemarin.

Memang hal yang luar biasa pun akan luruh termakan oleh waktu termasuk superstar yang disegani oleh para lawan Barcelona, Trio MSN. Namun sayangnya ketiga punggawa Barca tersebut kemungkinan akan segera berakhir. Tengok saja kontrak maestro mereka yaitu Messi yang hingga saat ini belum melakukan perpanjangan masa baktinya padahal tak lama lagi kontraknya akan segera selesai di satu musim lagi.

Kegagalan dalam negosiasi Messi salah satunya dipicu karena sang pemain sempat meminta gajinya naik dengan signifikan, namun jika hal itu terjadi maka terjadi kehilangan keseimbangan dalam neraca financial klub dan mungkin harus menjual dua pemain bintang lainnya.

Seperti yang dituliskan oleh Mundo Deportivo, manajemen Barcelona sepertinya lebih memilih untuk mempersiapkan kemungkinan terburuknya yang akan terjadi. Mereka pun mulai mencari beberapa pemain instan yang telah terbukti dapat diandalkan, dengan usia yang masih muda namun keahlian setara dengan Suarez dan Messi.

Mundo Deportivo juga kemudian mengungkapkan bahwa manajemen Barcelona sangat tertarik dengan performa penyerang milik Atletico Madrid yaitu  Antioine Griezmann, dan juga penampilan yang apik dari penyerang milik Juventus, Paulo Dybala. Keduanya masih berusia muda dengan keahlian yang memukau dan selain itu dianggap sebagai pemain yang tepat untuk mengisi posisi Messi dan Suarez.

Neymar pun walau masih berusia 25 tahun dikabarkan juga akan hengkang dari Camp Nou dan telah dibidik oleh beberapa klub papan atas Eropa, namun hingga saat ini Barcelona masih mempertahankannya.

 

Tanpa Messi, Argentina Menjadi Tim Tak Diunggulkan

LIonel Messi Argentina, LIonel Messi, Argentina, Barcelona
LIonel Messi Argentina

Sebagai salah satu mantan pemain tim nasional Argentina, Juan Roman Riquelme belakangan sempat mengungkapkan pendapatnya tentang keberadaan Leonel Messi di timnasnya. Menurutnya, Messi memiliki peran yang sangat krusial bagi Argentina karena tanpa dirinya Argentina tak lebih dari sekedar timnas biasa yang tak diunggulkan.

Messi yang kini menjadi pemain andalan di Barcelona sebelumnya sempat membuat berita yang menggegerkan di dunia sepakbola, pasalnya ia sempat mengatakan untuk tak membela lagi timnasnya setelah menelan pil pahit beberapa tahun yang lalu. Hal ini dikarenakan Ia tak bisa membantu timnasnya di final Copa America Centenario untuk angkat tropi padahal tinggal selangkah lagi. Keputusannya tersebut Ia buat setelah

Kegagalan ini merupakan yang ketiga beruntun, setelah timnas Argentina gagaldi di final Piala Dunia dan Copa America 2015..

Dan akhirnya setelah mendapat nasihat dari beberapa rekannya dan dari manajer baru, Edgardo Bauza. Ia pun kembali memikirkan ulang keputusannya. Ia akan berjanji kembali membela tim nasional dan dengan ini pemain berusia 29 tahun tersebut akan memperbesar peluang Argentina untuk dapat lolos ke Piala Dunia 2018, walaupun sampai saat ini kini mereka terlihat masih jatuh bangun di babak kualifikasi.

Riquelme yang pernah membela Barcelona pun menjelaskan bahwa sang bintang berusia 29 tahun pun pada dasarnya telah memberikan yang cukup besar bagi timnas Argentina. Dan Ia pun sempat mengatakan bahwa Argentina tanpa Messi, akan menjadi tim nasional yang takkan ditakuti lawannya.

Seperti yang ditulis dalam media Canal 13, Ia mengatakan, “Argentinta tanpa dirinya akan menjadi tim biasa. Dia adalah pemain terbaik dunia. Hal sama akan terjadi dengan Real Madrid jika mereka tidak diperkuat oleh Cristiano Ronaldo.”.

Messi pun bersama timnya di Liga Spanyol baru saja mengalami kehilangan poin setelah bertanding menghadapi Deportivo La Coruna. Walaupun dengan skor tipis 2-1 namun mampu membuat peringkatnya turun keposisi kedua disusul oleh rivalnya, Real Madrid. Ia pun turut andil pada saat menjalani ajang kompetisi Liga Champion dan bersama rekannya, mampu menaklukan sang lawan dengan skor 6-1 dan lolos ke babak berikutnya.

Hasil Pertandingan Champions League, Barcelona Vs PSG 9 Maret 2017 6-1

Hasil Pertandingan Champions Leagu Barcelona Vs PSG 9 Maret 2017 6-1, Hasil Pertandingan Champions League Barcelona Vs PSG 9 Maret 2017, Hasil Pertandingan Champions League Barcelona Vs PSG, Champions League Barcelona Vs PSG, Champions League Barcelona Vs PSG, Barcelona Vs PSG, Barcelona, PSG
Barcelona Vs PSG 9 Maret 2017

Pada pagi dini hari tadi tanggal 9 Maret 2017 pukul 02.45 WIB, Barcelona melanjutkan ajang kompetisi lanjutan Liga Championship perdelapan final leg kedua. Mereka menghadapi klub asal Prancis yaitu Paris Saint Germain, yang pernah mengalahkannya dengan skor 0-4 dalam leg sebelumnya ditanggal 15 Februari lalu.

Dalam pertandingan yang diselenggarakan di Camp Nou tersebut Barcelona harus menjebol gawang PSG sebanyak 5 kali dan menahan semua serangan lawan. Yang jelas mereka harus membuat selisih 5 gol dalam pertandingan tersebut jika ingin lolos ke babak selanjutnya. Dan  hingga saat ini belum ada sejarah yang menuliskan bahwa ada sebuah tim yang mampu melakukan hal yang demikian.

Dan ternyata Barcelona mampu menjadi yang pertama melakukan hal tersebut. Dalam pertandingan tersebut mereka memang kebobolan sebuah gol namun ternyata mereka mampu mengubah papan skor menjadi 6 angka. Mereka lolos kebabak berikutnya dengan dengan hasil akhri 6-1.

Pada dasarnya Barcelona memang menampilkan permainan agresisf dalam pertandingan tersebut. Mereka sangat baik dalam penguasan bola dikeda babak. Demikian juga dalam hal menciptakan peluang ,menjebol gawang lawan.

Setelah babak pertama dimulai, Barcelona mulai menggasak sang tamu dan pada menit ke 7, Luis Suarez berhasil memanfaatkan kemelut yang terjadi dimulut gawang dan mampu melambungkan bola keatas kepala kiper dan tak tak mampu dijangkaunya. Skor menjadi 1-0.

Barcelona melanjutkan penyerangannya namun pertahanan PSG sangat rapat sehingga Barca kesulitan untuk menambah angka. Hingga dimenit ke 40 terjadi lagi kemelut di mulut gawang PSG. Dan pada saat Iniesta yang berada di tiang kiri gawang PSG, Ia melepaskan umpan ke tengah mengumpan ketengah kotak penalti namun malah disambar Layvin Kurzawa dan masuk menuju gawangnya. Skor menjadi 2-0 hingga turun minum.

Pada babak kedua tak ada pergantian pemain. Dan empat menit kemudian Thomas Meunier  menjatuhkan Neymar dikotak terlarang sehingga mendapat hukuman tendangan penalti. Kali ini Leonel Messi mengeksekusi tendangan tersebut dan berhasil dengan baik. Skor menjadi 3-0

Namun dimenit ke 62, dengan usaha yang gigih, Kurzawa mampu memberikan umpan silang dengan kepada Edinson Cavani dan menembakkannya dengan keras. Skor menjadi 3-1.

Barcelona pun memahami waktu tinggal 30 menit waktu tersisa namun mereka harus menjebol minmal tiga angka lagi.  Dengan perjuangan yang keras akhirnya dimenit ke 88, Neymar berhasil mengeksekusi sebuah tendangan bebas dengan cemerlang langsung ke pojok atas kiri gawang. Skor menjadi 4-1.

Di menit ke 90 Marquinhos mendapatkan kartu kuning karena melakukan pelanggaran didalam kotak terlarang. Penalti pun diberikan oleh Wasit kepada Barcelona. Neymar melakukan eksekusi tersebut dan hasilnya tepat menuju kanan gawang. Skor menjadi 5-1

Di menit ke-90 +4, Marco Verratti mendapatkan kartu kuning karena tackle buruknya.  Dan akhirnya Neymar mampu memberikan umpan kepada Sergi Roberto yang memiliki ruang untuk menembak di dalam kotak penalti dan hasilnya tak mengecewakan. Papan angka berubah menjadi 6-1 hingga babak kedua selesai.

Dengan hasil ini, Barcelona mampu lolos kebabak perempat final menunggu pertandingan Sevilla vs Leicester yang akan diselenggarakan tanggal 15 Maret mendatang.

 

Xavi Ingin Juga Jadi Pelatih Barcelona

Xavi Hernandez Barcelona, Xavi Hernandez Al Sadd , Xavi Hernandez, Xavi Barcelona, Barcelona
Xavi Hernandez

Mantan pemain gelandang Barcelona asal Spanyol yaitu Xavi Hernandez, telah sepakat untuk tak meneruskan lagi kontrak dengan klub yang dibelanya selama 15 tahun. Ia kemudian pindah setelah usianya menginjak 35 tahun dan pergi menuju salah satu klub yang berbasis di Qatar yaitu Al Sadd SC. Meskipun demikian, Ia masih ingin membela klubnya lagi namun bukan sebagai pemain, namun sebagai pelatih.

Pemain yang berusia 37 tahun tersebut, mengakui bahwa dirinya memang memiliki keingian menjadi pelatih di Camp Nou namun Ia tak akan mewujudkannya dalam beberapa tahun kedepan. Pasalnya Ia masih perlu menimba ilmu kepelatihan lebih dalam mengingat saat ini Ia belum memiliki pengalaman sekalipun dalam melatih tim sepak bola.Apalagi saat ini Ia masih memiliki kontrak kerjasama sebagai pemain di Al Sadd.

Ia mengatakan kepada media Le Parisien, “Menjadi pelatih Barcelona adalah mimpi saya dan saya akan berupaya untuk bisa mewujudkan proyek tersebut. Saya belum mendapatkan lisensi untuk bisa melatih,”.

Hal tersebut sangat memungkinkan karena manajemen Barcelona lebih menginginkan pelatih yang sudah pernah bekerjasama dengan mereka dan mengetahui seluk beluk Barcelona. Dan menjadi salah satu pemain yang cemerlang di Camp Nou tentu akan menjadi nilai tambah bagi calon pelatih yang ingin mengasuh Barca.

Hal itu telah sepertinya menjadi tradisi mereka menjadikan mantan pemainnya sebagai pelatih di masa mendatang. Sebut saja Luis Enrique yang baru melatih hampir tiga musim kebelakang dan Pep Guardiola dengan masa bakti tiga musim juga.

Walaupun Xavi belum pernah menjadi pelatih apalagi belum memiliki lisensi kepelatihan, Ia mengaku sudah mulai banyak belajar untuk mengelola tim. Tidak hanya 11 pemain di lapangan namun juga mengelola tim medis dan teknis. Ia pun menyadari bahwa dirinya masih jauh dari siap seandainya dirinya ditunjuk menjadi pengganti Enrique yang akan pergi dimusim panas nanti.

Ia mengatakan, “Tidak mungkin bagi saya untuk menggantikan Luis Enrique. Saya belum lulus ujian. Saya masih merasa sebagai pemain, bukan pelatih. Musim depan akan menjadi yang terakhir bagi saya menjadi pemain. Lalu kita bisa lihat apa yang terjadi,”.

Direktur Barcelona Ungkap Syarat Menjadi Pelatih Barcelona

Robert Fernandez Barcelona, Robert Fernandez, Barcelona, Luis Enrique, La liga
Robert Fernandez Barcelona

Pelatih dari Barcelona saat ini yaitu Luis Enrique, memang sudah tak akan ditanyakan lagi oleh media tentang masa depannya di Barcelona karena Ia sudah memutuskan akan hengkang setelang musim kompetisi kali ini berakhir. Namun yang menjadi pertanyaan apakan sang pelatih yang berusia 46 tahun tersebut akan melatih di klub lain ataukah akan beristirahat dari jenuhnya rutinitas yang dialaminya saat ini.

Ada beberapa opini yang mengarah ia mengatakan hal tersebut karena akan melatih Arsenal menggantikan Arsene Wenger. Namun ada juga yang mengatakan bahwa mantan pelatih Celta tersebut tak akan menerima tawaran melatih klub tertentu selama satu musim kedepan.

Hal ini juga pernah dilakukan oleh Pep Guardiola sebelum menangani Bayern Munchen. Ia vakum dulu dari karir kepelatihan setelah mengasuh pasukan Barcelona dari 2008 hingga 2012.

Namun hingga saat ini manajemen Barcelona belum ingin mengumumkan calon pelatihnya musim depan. Malah Robert Fernandez, selaku salah satu direktur Barca, mengatakan bahwa pada dasarnya mereka belum menemukan pelatih yang cocok.  Ia pun sempat mengatakan bahwa sang pelatih telah bekerja dengan luar biasaselama tiga musim belakangan. Ia juga mengatakan bahwa manajemen menghormati keputusan sang pelatih untuk mundur itu jauh jauh hari sebelumnya.

Seperti yang dilansir oleh media Sport Ia mengungkapkan, “Kita harus menghormati keputusan Enrique. Saya hanya bisa mengatakan bahwa selama tiga tahun dia di klub ini, dia sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Pasti akan luar biasa jika dia bisa membawa kami meraih berbagai gelar yang saat ini akan kami perjuangkan,”

Fernandez  menambahkan, “Kami belum menghubungi siapa pun. Jika waktunya sudah tiba, kami akan melakukan pekerjaan kami. Masih ada waktu. Tidak mudah untuk menemukan pelatih yang pas bagi Barca. Pelatih itu harus sangat spesial dan tahu benar cara bekerja di klub ini. Yang sudah jelas adalah bahwa kami tidak boleh mengubah gaya yang sudah membawa tim ini ke puncak,”.

Seandainya syarat calon pelatih Barcelona adalah telah memahami seluk beluk tim, sudah barang tentu calon tersebut kemungkinan sudah pernah bekerja di klub tersebut, bisa jadi pelatih lagi atau yang pernah bermain di Barcelona. Dan hal tersebut cocok dengan beberapa nama yang saat ini telah menjadi pelatih yaitu Eusebio Sacristan (Real Sociedad), Ernesto Valverde (Athletic Bilbao_ atau Ronald Koeman (Everton).

Tambah Lagi Calon Pengganti Pelatih Barcelona, Laurent Blanc

Laurent Blanc, Laurent Blanc to Barcelona, Barcelona, Luis Enrique
Laurent Blanc to barcelona?

Setelah pelatih Barcelona saat ini yaitu Luis Enrique, mengumumkan tidak akan membela lagi klubnya dimusim yang akan datang, kini semakin banyak nama calon pelatih yang digadang gadangkan mampu dan pantas menggantikan dan yang paling terbaru adalah Laurent Blanc.

Enrique mengabarkan bahwa dirinya tak akan melatih lagi Barcelona di musim depan setelah membawa timnya keperingkat pertama musim papan klasemen di La Liga. Pertandingan terakhinya menghadapi Sporting Gijon, membuat mereka unggul satu poin dengan Real Madrid, hanya saja sang rival masih memiliki sebuah pertandingan yang belum dipertandingakan dan memiliki peluang menyusulnya.

Seperti yang dilansir oleh media AS, Blanc merupakan pelatih yang sangat tepat untuk bisa mengasuh Lionel Messi dan kawan kawan. Pasalnya mantan pemain sepak bola yang sudah berkiprah selama 20 tahun tersebut memiliki kedekatan dengan tim Catalan.

Ia pun pernah tercatat sebagai pemain bertahan Barcelona walaupun hanya semusim saat masa kepelatihan dari Johan Cruyff pada musim 1995-1996 lalu. Namun Ia gantung sepatu setelah membela Manchester United pada musim 2002-2003 dan beranjak menuju jenjang karir kepelatihan.

Pertama kali ia melatih menuju Ia Bordeaux di Liga Prancis dan akhirnya Ia mampu menunjukkan kepiawannya dengan baik. Dan tiga musim kemudian Ia pun melatih timnas Prancis selama dua musim. Setelah Itu  barulah mantan pemain Inter Milan tersebut dipanggil oleh Paris Saint Germain untuk melatih pasukannya menggantikan Carlo Ancelotti.

Di PSG Ia terbilang sukses. Ia mampu membawa timnya mendominasi Liga Prancis  namun akhirnya Ia dipecat meningat presiedn PSG menganggapnya gagal di musim 2016 hanya karena mereka kalah dengan Manchester City di perempat final.

Namun selepas dari itu, Blanc memang dikenal sebagai pelatih yang menyukai strategi menyerang dan ia memiliki formasi andalan 4-3-3. Tentunya hal tersebut akan dengan mudah diterima oleh pemain Barcelona karena selama ini mereka juga menggunakan skema yanng sama dengan tiga penyerang andalan mereka Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar.

Yang menariknya lagi walaupun Ia sebagi pemain bertahan namun ia selalu mampu menyumbangkan gol untuk klub yang ia bela.Bahkan saat Ia bermain di timnas Prancis.

 

Presiden Deportivo : Tak Ada Kabar Dari Barca Untuk Pemainnya

Tino Fernandez deportivo la coruna, Tino Fernandez, deportivo la coruna, pepe mel, Barcelona, juanfran
Tino Fernandez, Presiden Deportivo la Coruna

Sebelumnya dikabarkan bahwa klub sepak bola raksasa di Spanyol yaitu Barcelona,  akan memboyong pemain dari Deportivo La Coruna namun sepertinya sang pemilik tidak akan melihatnya hengkang dan pergi bermain di Camp Nou.

Memang saat ini Barcelona sedang mencari pemain lini belakang yang bisa diandalkan mengingat saat ini pemain andalannya yaitu Aleix Vidal sedang mengalami cedera dan harus membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memulihkan diri. Malah dikabarkan Ia tak bisa membela timnya hingga akhir musim.

Sang pemain yang sedang cedera tersebut sebenarnya sedang berada dalam kondisi yang cukup memuaskan dalam hal bertahan, hanya saja keadaan harus berkata lain dan Barcelona harus sibuk mencari penggantinya.

Dikabarkan mereka membidik pemain dari Deportivo dan tertarik untuk mendapatkannya. Namun Tino Fernandez selaku presiden dari Deportivo La Coruna, menepis berita yang mengungkapkan bahwa runner up klasemen pekan ini di La Liga, sudah menyodorkan proposal ke mejanya.

Dan seperti yang dikutip dari media AS, Ia mengatakan,  “Saya tidak punya kabar atau kontak dengan Barca dan Juanfran. Saya kira dia tidak akan pergi dalam waktu dekat,”.

Sang presiden pun juga sempat mengungkapkan tentang keputusan manajemen untuk menyerahkan posisi kepelatihan dengan Pepe Mel  tanggal 27 Februari lalu setelah mereka memecat Gaizka Garitano yang menghatarkan klubnya ke peringkat 4 dari bawah klasemen.

Ia pun mengatakan, “Kami harus keluar dari zona nyaman, mereka selalu mengatakan bahwa kami harusnya ada di peringkat yang lebih baik. Namun nyatanya kami ada di posisi ke-17.”.

Memang Pepe sebelumnya telah melatih Real Betis dari tahun 2010 namun di tahun 2014 Ia dikontrak oleh West Bromwich Albion selama satu setengah musim. Hanya saja baru menjalani satu tahun bersama WBA, ia kembali lagi ke Betis pada akhir 2014 silam dan berselang dua tahun, sang pelatih pun dipecat lagi pada tanggal 11 Januari 2016.

Tugasnya cukup berat mengingat klub yang baru dipeganya sudah berada satu tingkat dari zona degradasi dan memiliki selisih hanya dua poin saja dengan peringkat dibawahnya.

Iniesta :Walau Performa Tak Maksimal, Hasil Akhir Lebih Penting

Andres Iniesta Barcelona, Andres Iniesta, Barcelona, Atletico Madrid Vs Barcelona, La Liga
Andres Iniesta – Barcelona

Andres Iniesta yang merupakan gelandang senior dari Barcelona belum lama ini tak menyangkal bahwa performa timnya saat menghadapi Atletico Madrid pada hari Minggu kemarin tanggal 26 Februari, kurang begitu bagus. Namun pada akhirnya Ia harus bersyukur bahwa mereka mampu meraih poin penuh dengan kemenangan tipis 2-1.

Dalam pertandingan pekan ke 24 tersebut, Barcelona meluncur ke Vicente Calderon yang merupakan markas dari Atletcio dimana para tamu sering kesulitan menang di stadion tersebut. Dan memang terjadi pada timnya saat mereka menjalani laga tersebut. Permainan yang dimainkan tak begitu memukau terutama di babak pertama.

Dalam pertandingant tersebut, Barcelona mengungguli permainan pada menit ke 64 oleh aksi Rafinha setelah mendapatkan umpan dari Luis Suarez. Namun hanya berselang enam menit kemudian sang tuan rumah mampu menyamakan kedudukan melalui sundulan Diego Godin. Pada menit ke 86, Lionel Messi melakukan tembakan namun memantul ke tiang gawang dan untungnya ia dengan sigap menembakkannya lagi bola yang terpantul dan menyelamatkan poin timnya.

Iniesta pun mengungkapkan bahwa timnya tidak menampilkan permainan dengan maksimal walaupun akhirnya Ia menyadari bahwa poin penuh lebih penting demi mengejar gelar juara unutk musim ini membalap Real Madrid yang berada di peringkat pertama klasemen minggun ini.

Seperti yang dituliskan Marca, Ia mengatakan, “Saya tidak peduli seberapa baik cara kami bermain, yang penting adalah fakta bahwa kami menang dan harapan kami untuk mendapatkan gelar masih tetap terjaga. Ini adalah kemenangan luar biasa bagi kami mengingat seberapa hebat lawan yang kami hadapi dan situasi yang terjadi di dalamnya,”.

Namun untungnya lagi, walau timnya tak tampil memukau, sang lawan juga tak segahar seperti biasanya. Penyerang andalan mereka yaitu Antoine Griezmann dan Kevin Gameiro sepertinya tak begitu aktif menyerang pertahanan Barcelona. Hal ini kemungkinan disebabkan karena Atletico memporsir tenaga mereka untuk menghadapi Bayer Leverkusen dalam ajang kompetisi Liga Champions seminggu yang lalu dan membawa mereka unggul 2-4 pada leg pertama perdelapan final.

Iniesta pun mengungkapkan, “Menang di Vicente Calderon menjadi hal yang sulit dan saya rasa Atletico harus membayar mahal atas hal luar biasa biasa yang mereka lakukan di Liga Champions,” .