Ibrahimovic Berikan Sinyal Masa Depannya di United

Zlatan ibrahimovic manchester united, Zlatan ibrahimovic, manchester united, Premier League, Jose Mourinho
Zlatan ibrahimovic Manchester UnitedStr

Striker terbaru dari Manchester United yang baru saja bergabung pada musim ini yaitu Zlatan Ibrahimovic, sempat memberikan sinyal bahwa dirinya akan bertahan di klub dan akan bermain lagi membela setan merah pada musim kompetisi mendatang.

Walaupun sudah berusia 35 tahun, Ibrahimovic mampu menampilkan performa dan keahlian bersepakbola yang tak kalah cemerlang dengan pemain lainnya yang berusia jauh lebih muda. Ia didatangkan ke Old Trafford pada musim panas lalu secara Cuma-Cuma karena tak meneruskan kontraknya dengan klubnya di Liga Prancis, Parsi Saint Germain.

Bahkan Ia mampu menyumbangkan 26 gol di lintas kompetisi untuk tim yang diasuh oleh Jose Mourinho. Lima belas gol diantaranya ia hasilkan saat bermain di Premier league ditambah empat assist. Namun kini sang pemain asal Swedia tersebut sedang dalam masa larangan bermain FIFA karena terbutki menyikut Tyrone Mings dengan sengaja.

Karena usianya sudah mencapai 35 tahun, Ia dikontrak oleh United selama semusim saja, namun ada pilihan untuk dapat bermain selama semusim lagi. Kini ia dikabarkan akan direkrut oleh klub yang bermain di Liga Amerika, LA Galaxy namun, sang pelatih yaitu Jose Mourinho dikabarkan masih membutuhkan jasanya setahun kedepan.

Sang pemain jangkung itupun belakangan juga sempat memberikan sinyal tentang karir kedepannya nya kepada media Express. Ia pun mengatakan, “Saya menikmati waktu saya di United. Ketika saya melakukan sesuatu, saya memberikan 200 persen. Saya memberikan yang saya bisa. Saya tidak pernah meninggalkan sesuatu tanpa menyelesaikannya,.  Mari kita lihat apa yang terjadi, kami terus bicara. Saya punya opsi setahun lagi, saya ingin bermain bagus selama ada di sini, jadi biarkan waktu yang menjawab.”

Ia pun melanjutkan: “Saya menikmati waktu di klub yang hebat, tak diragukan, salah satu klub terbesar dunia dengan pelatih yang hebat. Saya mengenal dia sebelumnya, dia seorang pemenang dan pria sempurna untuk klub. Menjadi pemain United, saya tidak tahu ada berapa banyak orang yang bisa melakukannya.”.

Saat ini Manchester masih berada diperingkat kelima dari dasar klasemen dan akan menghadapi West Browich Albion pada tanggal 1 April mendatang di kompetisi Premier League yang memasuki pekan ke 29.

Mourinho Ungkap Perbedaan Pemain Saat Ini Dengan Era Sebelumnya

Jose Mourinho, Manchester united, Jose Mourinho Manchester united, premier league
Ruang ganti Manchester United

Pelatih Manchester United saat ini yaitu Jose Mourinho, mengungkapkan pendapatnya tentang perbedaan kebiasaan pemain sepak bola saat ini dengan era sebelumnya dimana teknologi belum secanggih saat ini. Menuruntnya para pemain sepakbola saat ini bersikap cenderung tidak dewasa dan lebih egois.

Mourinho telah melakoni karirnya sebagai pelatih dari tahun 1994 lalu namun hanya sebagai asisten Pelatih dan setelah menginjak tahun 2000, karirnya pun meningkat menjadi pelatih Benfica. Namun saat ia mengasuh Porto, kepiawaiannya semakin terasah. Ia banyak memenangkan piala walaupun lepas dari Porto dan mebela Inter Milan, Real Madrid dan Chelsea. Dan saat mengasuh Manchester United dimusim ini, Ia juga mampu memboyong piala EFL menaklukan Southampton di final kemarin.

Meskipun begitu, Ia merasakan perbedaan yang mencolok saat Ia mengasuh para pemain era modern ini dan cukup menjadi kendala . Hal itu adalah tentangn mental dan sikap yang menurutnya sangat jauh jika dibandingkan dengan para pemain di era sebelumnya yang pernah ia asuh.

Tentunya jika masalah teknologi Ia pun mau tak mau harus bisa beradaptasi, demikian juga masalah yang dibelakangnya. Ia mengatakan “Saya harus mampu beradaptasi dengan prilaku para pemain muda saat ini. Saya juga harus mengerti perbedaan antara bekerja dengan sosok seperti Frank Lampard, yang sudah jadi seorang pria di usia 23, dan mereka yang masih jadi anak-anak di usia yang sama. Saya memanggil mereka ‘boys’, bukan ‘men’,”

Ia pun menambahkan, “Semua yang ada di sekeliling mereka tidak membantu dalam pekerjaan mereka atau saya. Saya harus menyesuaikan diri dengan itu. 10 tahun silam, tidak ada pemain yang membawa ponsel di ruang ganti. Jika anda menghentikan pemain melakukan sesuatu, bahkan hal remeh seperti media sosial, anda akan melawan sesuatu yang alamiah.”

Pelatih asal Protugal tersebut pun akhirnya belajar mendalami kondisi yang ada saat ini melalui anak kandungnya. Ia mengatakan. “Saya mengakui bahwa memiliki putra dan putri yang seusia dengan para pemain membantu saya memahami situasi yang ada sekarang. Saya bekerja dengan para asisten untuk sedikit mengubah cara kerja saya. Teknologi memberikan kami alat. Namun kunci dari semuanya adalah sikap dan kemampuan untuk memimpin, bagaimana anda memahami orang-orang yang bekerja dengan anda.”.

Dua Bek MU Ungkapkan Perlakuan Mourinho Kepada DIrinya

Antonio Valencia Marcos Rojo MU, Antonio Valencia and Marcos Rojo, Antonio Valencia, Marcos Rojo, manchester Uniterd, jose mourinho
Antonio Valencia Marcos Rojo MU

Pelatih Manchester United yaitu Jose Mourinho memang memiliki tuntutan yang cukup tinggi untuk bekerja keras bagi para anak asuhnya. Hal ini pun diakui oleh salah satu pemain bertahannya yaitu Marcos Rojo yang belakangan mampu bertahan menjadi pilihan sang pelatih di beberapa pertandingan terakhirnya.

Rojo yang merupakan pemain asal Argentina tersebut, direkrut pada 2014 lalu. Ia ditebus dari Sporting CP dengan tebusan 20 Juta Euro dan memiliki kontrak selama 5 tahun. Namun setelah Ia datang ke Old Trafford, Ia malah jarang dimainkan dan bahkan menjadi pertanyaan dimusim perdananya.

Namun saat MU berada asuhan mourinho, Ia kini menjadi salah satu tim sukses MU yang cukup diperhitungkan lawan. Apalagi saat pekan lalu Ia turut andil dalam membuat timnya menyabet piala English Football League.

Ia pun sempat mengatakan kebahagiaanya menjadi bagian dari setan merah. Ia pun mengatakan kepada media Express, “Saya benar-benar bahagia di Manchester. Saya bekerja keras untuk masuk tim, pelatih menuntut lebih untuk saya dari awal dan saya mendapat banyak kesempatan. Ada ritme yang amat bagus sekarang. Kami memenangkan dua trofi di Wembley dan masih bisa memenangkan dua trofi lagi. Dan kami juga masih bersaing di liga. Dan kami juga masih punya Liga Europa. Saya bergabung dengan tim ini untuk memenangkan semua trofi itu.”

Ia pun menambahkan, “Saya beradaptasi dengan baik di sini. Bahasa Inggris saya kian bagus, putri saya kini berbicara dalam bahasa Inggris”.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh rekannya dilini belakang, Antonio Valencia. Ia mengatakan bahwa dirinya mendapat banyak motivasi dari pujian yang diberikan oleh sang pelatih dan salah satunya bahwa Mourinho pernah menyebut pemain bernomor punggung 25 itu sebagai bek kanan terbaik di Premier League.

Ia pun mengungkapkan perasaannya kepada media Express, “Saya juga harus berterima kasih pada manajer untuk itu. Dia memberi saya banyak rasa percaya diri dan saya kira permainan saya sudah banyak berkembang sejak itu dan dia memberi saya banyak kesempatan, itu amat penting,”.

“Ketika orang-orang mengatakan hal positif mengenai saya, itu menjadi motivasi. Namun kini saya ingin terus bekerja keras. Saya bisa bermain sebagai winger dan bek. Saya juga senang menyerang. Saya tidak menduga bisa bertahan di sini begitu lama dan saya mencintai klub ini.”, tutupnya

Kiper Southampton Tak Pesimis, Hadapi MU Berbuah Manis

Manchester united vs Southampton EFL Cup Final, Manchester united vs Southampton, EFL Cup Final, Manchester united, Southampton, Fraser Forster, jose mourinho, claude puel
Manchester united vs Southampton – EFL Cup Final

Fraser Forster selaku penjaga gawang dari Southampton, mengungkapkan bahwa pertandingan dalam waktu dekat di final Europa Football League akan sangat menyulitkan timnya. Pasalnya mereka akan segera menghadapi tim unggulan dari liga Inggris yang diasuh oleh Jose Mourinho yaitu Manchester United. Pertandingan yang rencananya diadakan pada tanggal 26 Februari 2017, kedua kubu akan bertanding di lokasi yang netral yaitu Wembley Stadium.

Namun walaupun menghadapi Manchester United yang memiliki dengan segudang pemain berkualitas, tidak berarti Ia pesimis untuk dapat menaklukan kubu setan merah dan mennjadi juara EFL musim ini. Hal itu didasari oleh analisanya yang membuat Southampton mampu menaklukan Zlatan Ibrahimovic cs.

Forster mengatakan setidaknya ada dua hal yang membuat timnya memiliki peluang mengungguli MU. Yang pertama adalah kondisi mental dari para pemain Southampton sedang bagus terutama setelah mereka berhasil menaklukan Liverpool pada babak semifinal. Dan yang kedua, pada musim ini mereka mampu menekuk setan merah saat mereka berkunjung ke Mancester dengan skor 2-0.

Forster mengatakan, “Ini selalu menjadi laga sulit. Di semifinal melawan Liverpool, kami bisa mendapatkan hasil lebih baik dari yang kami harapkan. Tapi ketika Anda melawan tim seperti MU, yang memiliki banyak penguasaan bola dan banyak pemain berkualitas, akan sangat beresiko jika bermain terbuka, memberikan mereka peluang dan lebih banyak ruang untuk bermain,”.

Biasanya tim yang diasuh oleh Claude Puel mengandalkan pertahanan total ditambah counter attack yang sering membuahkan hasil yang tak terduga. Namun kali ini bertahan sepanjang laga dan hanya mengandalkan serangan balik sangat beresiko terutama dalam pertandingan sepenti ini. Dan sepertinya Forster juga tak memberikan bocoran tentang stratetgi yang akan diberikan oleh pelatihnya. Ia hanya menyerahkan keputusan pada sang pelatih saja.

Mantan penjaga gawang Celtic itupun mengatakan, “Sama sulitnya jika kami bermain di arah lain dan bertahan selama 90 menit dan mencoba untuk melakukan serangan baik. Kami hanya akan melakukan arahan pelatih dan coba memberikan 100 persen kemampuan pada saat laga berlangsung,”.

Sepertinya Southampton harus mengerahkan segera kemampuan terbaiknya menghadapi Manchester United, hal ini dikarenakan mereka tak pernah memenangkan gelar juara setelah tahun 1976. Dan kesempatan ini tentunya tak akan disia-siakan oleh para pemainnya.

De Gea Mulai Masih Bahagia DI MU

david de gea Manchester United to Real madrid, david de gea, Manchester United to Real madrid, david de gea, Manchester United to Real madrid, david de gea to Real madrid, Manchester United, Premier league, Liga inggris, jose mourinho
David de Gea to Real madrid?

David De Gea yang saat ini masih menjadi penjaga gawang Manchester United memastikan dirinya untuk tak akan buka suara tentang apapun seandainya awak media menanyakan padanya tentang kabar kepergiannya ke Real Madrid.

De Gea bergabung dengan MU sejak tahun 2011 setelah Ia membela mantan klubnya selama dua musim. Dan setelah Ia di MU, secara perlahan namun pasti, sang kiper tersebut mulai menunjukkan keahliannya yang luar biasa. Dan saat ini ia termasuk salah satu kiper terbaik di Eropa.

Dengan keahlainnya yang terasah tak heran salah satu klub papan atas di Spanyol tertarik untuk menggunakan jasanya. Dikabarkan klub tersebut adalah Real Madrid. Bahkan belakangan ini Ia semakin santer dikabarkan untuk pergi dari kubu setan merah untuk menuju negara asalnya di Spanyol.

Memang Ia sendiri hampir saja direkrut Madrid pada tahun 2015, hanya saja karena ada kendala non teknis ia belum berhasil pindah ke kampung halamannya. Walaupun begitu Los Blancos dikabarkan tak menyerah dalam berburu tanda tangan pemain berusia 26 tahun tersebut. Merekapun dikabarkan rela merogoh kantong lebih dalam untuk dapat meminangnya yang berjumlah 65 juta euro.

Namun sepertinya sang pemain sudah mulai lelah dengan kabar yang beredar. Ia kini tak ingin angkat bicara lagi tentang kabar tersebut dan ingin lebih konsentrasi membela timnya. Ia mengatakan kepada media  AS “Saya tak akan membicarakan soal itu. Saya tak akan berbicara lagi soal subjek tersebut. Sekarang saya harus tetap fokus dengan klub saya,”.

Namun sang pemain bernomor punggung 1 itu  mengakui dirinya saat ini masih bahagia di United. De Gea akhirnya sedikit buka suara. Ia malah menegaskan dirinya bahagia bersama klub yang diramu oleh Jose Mourinho. Ia melanjutkan, “Tak ada yang tahu masa depan apakah saya ke Madrid atau tidak. Namun Masa depan adalah masa depan. Dan untuk sementara Saya sangat bahagia di United. Ini adalah sebuah klub yang hebat. Saya menikmati permainan saya di Inggris,”.

Namun sepertinya Mourinho juga enggan melepaskan penjaga gawang andalannya terutama karena belum ada penggantinya hingga saat ini.

Presiden Atletico Tak Ingin Strikernya Bernasib sama Dengan Striker Sebelumnya

Enrique Cerezo antoine Griezmann, Enrique Cerezo, antoine Griezmann, Atletico Madrid, Enrique Cerezo Atletico Madrid, antoine Griezmann Atletico Madrid, La liga, manchester united, jose mourinho
Enrique Cerezo – Antoine Griezmann

Andy Brassell selaku pengamat dan jurnalis sepak bola belum lama ini mengatakan bahwa pemain andalan Antoine Griezmann tidak akan maksimal jika dimainkan di di Manchester United mengingat dengan berbagai faktor yang ada.

Memang sempat dikabarkan di beberapa media Prancis pada awal Februari ini bahwa striker berkebangsaan Prancis tersebut sudah mengatakan sepakat akan bergabung dengan Manchester United pada musim panas mendatang. Bahkan tim yang diasuh Jose Mourinho dikabarkan telah menyiapkan dana tebusan sang pemain yang nilainya sebesar 80 juta poundsterling.

Walaupun mau namun Brassell mengatakan Griezmann takkan mampu secara maksimal di Old Trafford apalagi jika Ia bermain bersama Paul Pogba. Ia mengatakan kepada BBC “Saya kira dia bukan pembelian luar biasa untuk United. Saya kira dia mungkin akan tahu itu. Seperti yang kita lihat di Prancis, jika tim bekerja untuk Griezmann, itu tidak bekerja untuk Pogba. Jadi jika anda membeli Griezmann, saya kira anda akan memarjinalkan Pogba – pemain termahal dunia.”

Ia menjelaskan analisanya “Pogba harus bermain dengan formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1, dan Griezmann membutuhkan 4-4-2. Kedua pemain itu harus punya tim yang dibangun untuk mereka. Anda tidak bisa membangun tim untuk keduanya sekaligus.”

Namun kenyataannya, kubu setan merah tersebut telah malah mendekati sang pemain melalui pendekatan personal melalui Paul Pogba, rekan senegaranya.

Enrique Cerezo pun selaku Presiden dari Atletico Madrid, sempat mengutarakan sarannya kepada Griezmann. Ia tidak ingin pemain bernomor punggung 7 untuk bergabung dengan Manchester United karena menurutnya MU merupakan tim kecil.  Sang presiden klub menyarankan agar pemain berusia 25 tahun tersebut memilih klub yang lebih besar.

Ia mengatakan kepada Marca, “Manchester United? Mereka adalah tim kecil. Saya percaya pada kontrak yang sudah ditandatangani, itu berlaku untuk Diego Simeone dan Griezmann,”.

Hal tersebut juga mengisyaratkan bahwa Cerezo tak inign melepaskan pemain andalan Atletico dan berangkapan sang pemain masih terus bermain sesuai dengan masa baktinya dengan perjanjian kontraknya. Ia tak ingin pemain andalannya bernasib sama dengan striker sebelumnya yang bergabung dengan Manchester City yaitu Sergio Atuero.

Memang sang presidensempat membuat pernyataan pedas untuk Aguero. Ia mengatakan bahwa sang pemain sudah membuat sebuah keputusan yang cukup bodoh saat Ia hengkang dari timnya dan memutuskan untuk membela The Citizen lima tahun yang lalu. Ia sempat mengatakan, “Saya katakan, apa yang dilakukan Aguero adalah hal yang bodoh. Tapi dia bukan orang yang bodoh. Dia salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepakbola. Saya mengatakan dia bodoh karena meninggalkan Atletico,”